BERITA

BUILDING CITIES FOR LIFE

Share :

Ramadhan Bersama Hanson

INFORMASI & AKTIVITAS - Monday, 27 May 2019


Jakarta, 23 Mei 2019. PT Hanson International mengadakan acara Mini Talkshow: Ramadhan Bersama Hanson dengan mengundang Narasumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bertempat di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Acara dihadiri oleh jajaran Direksi dan Komisaris PT Hanson International Tbk dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diwakili dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur Bina Penataan Bangunan Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Diana Kusumawati, MT dengan mengundang rekan - rekan media dan partner sekaligus untuk berbuka puasa bersama.

 

Head of PR & Communication PT Hanson International Tbk dalam wawancaranya memaparkan pada tahun 2019 ini Hanson menganggarkan belanja modal / capital expenditure (capex) sekitar Rp500 miliar - Rp1 triliun seiring dengan potensi naiknya luasan lahan yang akan diakusisi.

 

“Belanja modal untuk Hanson beserta anak usahanya secara konsolidasi senilai Rp 500 miliar s/d Rp 1 triliun. Ini akan digunakan untuk menambah lahan di koridor Serpong - Maja ataupun sekitar existing proyek yang sudah ada saat ini.

 

Beliau mengungkapkan hingga kuartal I 2019, perusahaan berhasil mengakuisisi lahan seluas 160 ha. Belanja modal pada tahun ini berasal dari kas internal dan penerbitan surat berharga pada level anak usaha.

 

Pada diskusi menjelang berbuka puasa oleh Alex Winata (Chairman of Hanson Group), Ir. Diana Kusumawati, MT (Direktur Bina Penataan Bangunan Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR didampingi oleh MC Moderator kondang Abraham Silaban, Kementerian PUPR tidak menampik masih ada tantangan dalam membangun perumahan layak huni. Salah satunya adalah memenuhi kebutuhan rumah layak untuk penduduk.

 

"Perumahan itu nantinya harus memenuhi kebutuhan dari jumlah penduduk. Apalagi penduduk di perkotaan diperkirakan meningkat mungkin nanti mencapai 60 persen," kata Diana

 

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi dalam membangun rumah layak huni adalah infrastruktur seperti aksesbilitasnya, jalan umum, jalan tol, atau jalur kereta api. Kemudahan akses sangat penting karena mempermudah pembeli untuk menjalani kehidupan sehari - hari